SISWA PERBATASAN MINIM TRANSPORTASI

Angkutan gratis sekolah masuk desa kenapa tidak ? Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo menyampaikan signal positif kesempatan program Angkutan Cerdas  Sekolah (ACS)  ini merambah ke wilayah pedesaaan bumi reyog. Menyusul setelah pihak komite  SMPN 1 Badegan  yang berharap Pemkab Ponorogo mempertimbangkan moda transprtasi pelajar di wilayah tersebut. ‘’Oke sangat setuju,’’ kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi kepada Radar Ponorogo kemarin (11/9).

Djunaedi mengatakan,  banyak hal yang perlu disiapkan untuk mewujudkan gagasan tersebut. Sebab, di awal peluncuran ACS, memang dipersiapkan sebagai angkutan pelajar dari luar kecamatan ke dalam kota. Sementara angkutan pelaajr dari luar kecamatan menuju daerah perbatasan  Ponorogo belum ada. Dia berkomitmen bakal mengkoordinasikan permasalahan ini dengan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni selaku agigator program ACS. ‘’Kami akan koordinasi dengan bupati kalau boleh berarti harus ada tambahan anggaran,’’  bebernya.

Jikalau nanti ide ini mendapat restu dari orang  nomor satu di Ponorogo ini angkota desa (angkodes) menjadi  solusi alternatif permasalahan ini. Dengan dijalankannya moda transportasi masal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sopir angkodes. Angkodes kembali ramai dan eksis seperti yang dirasakan program ACS saat ini. ‘’Mengapai pakai angkodes  salah satunya ingin membangkitkn transportasi yang saat ini sulit cari penumpang, UKM (Usaha Kecil Menengah),’’ jelasnya.

Bukan hanya itu, juga mendukung program nasional dalam hal mengurai kepadatan arus lalu lintas. Lantaran  banyaknya kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan kondisi jalan yang sempi. Sehingga, diharapkan masyarakat dapat memaksimalkan penggunaan transportasi massal. Hanya saja, diakui Djuanedi angkodes ini perlu peremajaan agar memberikan kondisi nyaman bagi penumpangnya. ‘’Dan keselamatan yang terjamin perlu peremajaan angkutan pedesaan,’’ imbuhnya sembari menyebut saat ini dari 250 angkodes tersisa 80 kendaraan yang saat ini masih beroperasi.

Diberitakan Rdar Ponorogo sebelumnya, sejumlah pelajar  SMP 1 Badegan rela berdesakan di dalam bus jurusan Ponorogo – Wonogiri. Bus ini menjadi satu-satunya kendaraan alternatif yang dipilih siswa dari sekolah tersebut untuk pulang-pergi dari sekolah menuju kawasan Biting, Badegan sampai daerah Purwontaran, Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Dimana jarak antara  SMPN 1 Badegan ini ke kawasan tersebut  sekitar lima kilometer. Sementara demi keselamatan siswa, pihak sekolah melarang siswa berkendara sepeda motor ke sekolah. (dil)

Diterbitkan oleh dilarahmatikaa

Dia lahir di Manado besar di Jawa. Sewaktu kecil mendamba jadi reporter. Yang bisa melaporkan bencana di lokasi. Tahunya, waktu udah gede keturutan tapi tampilnya bukan di layar kaca. Banyak yang tanya dulu kuliahnya apa ? Jelas jurusanku emang gak ada hubungannya sama jurnalistik heheheh tapi hobi nulis. Jadilah aku si reporter antropologi budaya. Yaps, dulu S1 Antropologi di UB Malang.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai