Pengasuh Dua Panti Duafa di Jetis Ini Sabar Temani Orang-Orang Telantar

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo Lama hidup di jalanan menebalkan rasa kepedulian Rama Philips. Seratusan orang-orang telantar ditampungnya dengan sukacita. Saban hari merawat mereka seperti keluarga sendiri. SITI. Hanya dengan sepenggal nama itu dia memperkenalkan diri. Dua tahun lalu, dia duduk sendiri di Pasar Jenangan. Tanpa siapa pun yang menemani. Saat ditanyai, berulangkali hanya mengucapkan Surabaya.Lanjutkan membaca “Pengasuh Dua Panti Duafa di Jetis Ini Sabar Temani Orang-Orang Telantar”

Merdeka dari Kursi Roda

Impian Ahmad Fata Ali Akbar sama. Ingin berjalan dan berlarian seperti teman-teman sepantarannya. Merdeka. Tanpa dituntun orang tua dan tanpa duduk di atas kursi roda. Dengan segala keterbatasan, dia terus berjuang melawan kelumpuhan sejak balita. ———————— DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo SEPULANG sekolah, Fata berjalan ngesot dari pintu menuju kamar. Seragam merah putih diloloskannya. Tutik Lusiana, ibunya,Lanjutkan membaca “Merdeka dari Kursi Roda”

Mengunci INGATAN

Kali pertama mendengar lagu mengunci ingatan barasuara beberapa bulan lalu saat nonton web series judulnya Mengakhiri cinta dalam 3 episode di youtube. Nemu web series ini juga nggak sengaja. Penasaran karena muncul terus di beranda youtube. Jadi, dalam web series ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sudah pacaran 8 tahun (*kalau nggak salah) dan sudahLanjutkan membaca “Mengunci INGATAN”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai